ASUHAN KEPERAWATAN PADA WANITA DALAM MASA CHILDBEARING (HAMIL, MELAHIRKAN, DAN SETELAH MELAHIRKAN) BAYINYA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA WANITA DALAM MASA CHILDBEARING (HAMIL, MELAHIRKAN, DAN SETELAH MELAHIRKAN) BAYINYA











DISUSUN OLEH :


                KRISMONIKA A





PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NASIONAL
JAKARTA
2022
DAFTAR ISI

















































KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan pada Wanita dalam masa Childbearing (Hamil, Melahirkan, dan setelah Melahirkan) Bayinya” dengan tepat waktu. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Ns. Nur Fajariyah,S.Kep.,M.Kep selaku Dosen mata kuliah Keperawatan Kesehatan Reproduksi.
Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Kesehatan Reproduksi. Selain itu, makalah ini bisa menjadi referensi bagi mahasiswa lain untuk belajar tentang Asuhan Keperawatan pada wanita dalam masa Childbearing dengan bertujuan untuk memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan bagi para pembaca.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi bahasa, pengolahan, maupun dalam penyusunannya. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi tercapai suatu kesempurnaan dalam makalah kami.





            Jakarta,April 2022


         Kelompok 2
















BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dewasa ini wanita pada masa usia subur (WUS) dikaitkan dengan sistem reproduksi, kehamilan, melahirkan dan masa setelah melahirkan. Wanita merupakan makhluk biologis psikologis sosial dan spiritual yang memiliki sifat berbeda secara individual dan dipengaruhi oleh usia dan tumbuh kembangnya. Salah satu tugas perkembangan wanita dalam keluarga adalah pengalaman melahirkan anak, krisis situasi dalam keluarga tersebut apabila tidak mampu beradaptasi dengan baik. Indonesia memiliki angka kehamilan penduduk perempuan umur 10 sampai 54 tahun sebesar 2,68%, terdapat kehamilan pada umur kurang 15 tahun sebesar 0,02% dan kehamilan pada umur remaja 15 sampai 19 tahun sebesar 1,97% (Riskesdas, 2013)
Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan oleh semua ibu hamil untuk mengetahui kesehatan ibu, perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan deteksi dini akan menjadi salah satu pencegahan yang patut di lakukan oleh seorang ibu agar mendapat informasi yang tepat dan akurat sehingga proses persalinan berjalan lancar. Proses persalinan merupakan proses yang fisiologis dialami oleh hampir semua wanita, begitu pula masa nifas (Riskesdas, 2010).
Masa nifas merupakan masa yang dimulai beberapa jam dari sesudah lahirnya plasenta sampai enam minggu setelah melahirkan. Masa setelah ibu melahirkan bayi yang digunakan untuk masa pemulihan kesehatan ibu kembali yang umumnya memerlukan waktu 6 sampai dengan 12 minggu (Nugroho et al., 2014). Sebagian  besar kelahiran dilakukan di Rumah Bersalin atau Klinik atau Praktek Tenaga Kesehatan adalah sebesar 38,0%. (Kementerian Kesehatan RI, 2014).
Ibu pada masa nifas tidak sedikit yang mengalami masalah kesehatan seperti nyeri pada daerah perineum, bengkak pada kaki, ketidakmampuan menyusui, dan nutrisi. Setiap ibu nifas berisiko menghadapi terjadinya kematian, sehingga salah satu upaya menurunkan tingkat kematian ibu adalah meningkatkan status kesehatan ibu nifas melalui pelayanan ibu masa nifas. Pelayanan kesehatan ibu masa nifas dimulai dari 6 jam sampai dengan 42 hari setelah melahirkan. Ibu bersalin yang mendapat pelayanan nifas pertama pada periode 6 jam sampai 3 hari setelah melahirkan terdapat 81,9%, periode 7 sampai 28 hari setelah melahirkan sebesar 51,8% dan periode 29 sampai 42 hari setelah melahirkan sebesar 43,4%. Akan tetapi angka nasional untuk kunjungan pelayanan nifas lengkap yang dicapai baru sebesar 32,1% (Riskesdas, 2013).
Pelayanan kesehatan pada masa nifas sangat diperlukan karena ibu masa nifas akan mengalami ketidaknyamanan pasca partum. Pelayanan kesehatan masa nifas dimulai dari 6 jam sampai 42 hari setelah melahirkan dan dilakukan sekurang- kurangnya sebanyak tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan. Jenis pelayanan masa nifas yang diberikan diantaranya pemeriksaan tanda vital, tinggi puncak rahim, lochea dan cairan per vagina lain, pemeriksaan payudara dan pemberian anjuran ASI eksklusif, pemberian komunikasi, informasi, dan pendidikan kesehatan ibu nifas dan bayi baru lahir, termasuk keluarga berencana serta pelayanan keluarga berencana pasca persalinan (Kementerian Kesehatan RI, 2017)
Tujuan
Tujuan Umum :
Mahasiswa mampu memberikan gambaran mengenai konsep dan asuhan keperawatan pada wanita dalam masa Childbearing (hamil, melahirkan dan setelah melahirkan) bayinya.
Tujuan khusus 
Mahasiswa mampu memahami Anatomi fisiologis kehamilan
Mahasiswa mampu memahami Pengertian masa Childbearing
Mahasiswa mampu memahami Etiologi masa Childbearing
Mahasiswa mampu memahami Patofisiologi masa Childbearing
Mahasiswa mampu memahami Manifestasi klinis masa Childbearing
Mahasiswa mampu memahami Penatalaksanaan pada masa Childbearing
Mahasiswa mampu memahami Diagnosa keperawatan masa Childbearing
Mahasiwa mampu memahami Intervensi dan rasional masa Childbearing
Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penyusunan makalah ini terbagi dalam 3 bab, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, tujuan umum dan khusus pembuatan makalah serta sistematika penulisan.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi tentang tinjauan pustaka yang terdiri dari anatomi fisiologi pada masa kehamilan, pengertian masa Childbearing, etiologi masa Childbearing, manifestasi klinis masa Childbearing, Klasifikasi masa Childbearing, Komplikasi masa Childbearing, Patofisiologi masa Childbearing, Pemeriksaan penunjang masa Childbearing, Penatalaksanaan masa Childbearing, diagnosa keperawatan masa Childbearing, serta intervensi dan rasional pada kasus wanita dalam masa Childbearing.
BAB III PENUTUP
Berupa penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran
























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Fisiologis Proses Kehamilan
Kehamilan adalah masa ketika seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Awal kehamilan terjadi pada saat sel telur perempuan lepas dan masuk ke dalam saluran sel telur. Pada saat persetubuhan, berjuta-juta cairan sperma dipancarkan oleh laki-laki dan masuk ke rongga rahim dengan kompetisi yang sangat ketat, salah satu sperma tersebut akan berhasil menembus sel telur dan bersatu dengan sel telur tersebut. Peristiwa ini yang disebut dengan fertilisasi atau konsepsi
(Astuti, 2010).
Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal yang kompleks. Selama masa subur berlangsung 20-35 tahun, hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi (Manuaba, 2010:75)
Spermatozoa
Sperma bentuknya seperti kecebong terdiri atas kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti (nucleus). Leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. (Dewi dkk, 2011: 62)
Pembuahan (konsepti/fertilisasi)
Pada saat kopulasi antara pria dan wanita (sanggama/koitus) terjadi ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita, dimana akan melepaskan cairan mani berisi sel sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Jika senggama terjadi dalam masa ovulasi, maka ada kemungkinan sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang baru dikeluarkan pada saat ovulasi. Pertemuan sel sperma dan sel telur inilah yang disebut sebagai konsepsi/fertilisasi (Dewi dkk, 2011:67)
Nidasi / Implantasi
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Umumnya nidasi terjadi pada depan atau belakang rahim dekat fundus uteri. Terkadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua yang disebut tanda Hartman (Dewi dkk, 2011:71)






Gambar 4. Proses Nidasi/Implantasi
Plasentasi
Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Setelah nidasi embrio ke dalam endometrium, plasentasi dimulai. Pada manusia plasentasi berlangsung sampai 12-18 minggu setelah fertilisasi (Saifuddin, 2010:145)
Pertumbuhan dan perkembangan hasil Konsepsi
Pertumbuhan dan perkembangan embrio dari trimester 1 sampai dengan trimester 3 (Dewi dkk, 2011) 

Comments

Popular posts from this blog

Makalah triage, makalah gawat darurat, makalah keperawatan, makalah, triage, makalah triage komplit, makalah terbaru

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER